Standar Kriteria Bangunan Hijau dalam Konstruksi Modern
Sebenarnya, kriteria bangunan hijau mencakup beberapa aspek. Mulai dari desain bangunan efisien, penggunaan material ramah lingkungan hingga sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Berbagai kriteria ini jadi panduan penting untuk diterapkan sebagai acuan untuk menciptakan bangunan modern yang ramah lingkungan.
Deretan Kriteria Bangunan Hijau yang Wajib Dipenuhi
Bangunan ramah lingkungan atau green building adalah konsep arsitektur yang mengutamakan efisiensi energi dan pengelolaan sumber daya dengan bijak.
Pembangunan ini juga berlangsung dengan meminimalkan dampak lingkungan, termasuk mengurangi emisi karbon dan mengedepankan energi terbarukan.
Berikut deretan kriteria green building yang harus dipenuhi dalam proyek konstruksi modern.
Efisiensi Energi
Bangunan hijau seharusnya menggunakan energi terbarukan, seperti PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Pembangunan ini juga perlu memaksimalkan pencahayaan alami sebaik mungkin.
Selain itu, arsitektur green building harus mampu mengelola air hujan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan air bersih. Green building juga mencakup penggunaan peralatan elektronik dengan standar efisiensi energi tinggi.
Efisiensi Pengelolaan Air
Bangunan Hijau melibatkan pemanfaatan air hujan untuk kebutuhan sanitasi dan irigasi. Instalasi sistem daur ulang air juga dijalankan untuk mengurangi konsumsi air bersih.
Kriteria bangunan hijau dalam konstruksi modern ini melibatkan penggunaan alat hemat air yang mendukung sistem keberlanjutan. Misalnya saja, aplikasi kran otomatis dan toilet dual-flush.
Material Bangunan Ramah Lingkungan
Proyek bangunan hijau harus memenuhi material ramah lingkungan, baik itu material daur ulang maupun rendah karbon. Hal ini bisa diwujudkan dengan penggunaan kayu bersertifikat FSC atau Forest Stewardship Council. Penggunaan material tersebut berguna untuk mendukung kelestarian hutan.
Alternatif lainnya, proyek konstruksi harus melibatkan pemilihan bahan dengan daya tahan tinggi. Hal ini berguna untuk mengurangi limbah konstruksi secara signifikan.
Efektivitas Pengelolaan Limbah
Proyek bangunan hijau harus menerapkan sistem pengelolaan sampah dengan metode daur ulang dan kompos. Arsitektur juga wajib meminimalkan limbah konstruksi melalui perencanaan desain yang efektif.
Mobilitas Ramah Lingkungan
Bangunan hijau sebaiknya menerapkan aksesibilitas ramah lingkungan terhadap transportasi umum. Hal ini berguna untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Penyediaan fasilitas untuk mobilisasi juga wajib diperhitungkan dengan matang. Misalnya saja, penyediaan tempat parkir sepeda dan stasiun pengisian kendaraan listrik.
Sebagai informasi, penerapan bangunan hijau bisa memberikan manfaat menarik, baik bagi lingkungan maupun ekonomi.
Sebab, penerapan konstruksi bangunan hijau ini mampu mengurangi emisi karbon, efisiensi energi dan air, meningkatkan kesehatan penghuni dan menghemat biaya operasional.
Bahkan turut berkontribusi untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait perubahan iklim. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk mendukung konstruksi bangunan hijau sedini mungkin.
Nah, kriteria bangunan Hijau di atas bisa dijadikan sebagai acuan untuk menciptakan bangunan yang tidak hanya fungsional, tapi juga ramah lingkungan. Dengan memperhatikan kriteria tersebut, maka bangunan bisa memberikan manfaat positif dalam jangka panjang.
