Ciri2 Osteoporosis pada Orang Dewasa dan Lansia yang Perlu Diwaspadai
Osteoporosis, atau pengeroposan tulang, sering dijuluki sebagai silent disease atau silent killer. Kondisi ini berkembang secara diam-diam tanpa gejala yang jelas, hingga akhirnya terdeteksi setelah terjadi komplikasi serius seperti patah tulang. Mengenali ciri2 osteoporosis sedini mungkin adalah kunci untuk mencegah konsekuensi yang lebih parah.
Memahami Ciri2 Osteoporosis dan Penyebabnya
Osteoporosis ialah kondisi ketika kualitas tulang menurun. Tulang menjadi rapuh dan mudah patah karena kepadatannya berkurang. Masalah ini muncul saat pembentukan tulang baru tidak seimbang dengan penghancuran tulang lama.
Pada masa muda, tubuh membentuk tulang lebih cepat. Proses ini mulai melambat seiring pertambahan usia dan massa tulang ikut menurun. Osteoporosis sering tidak menimbulkan gejala, tetapi ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan.
Postur Tubuh yang Membungkuk
Perubahan postur tubuh, seperti punggung yang semakin membungkuk disebut juga kifosis atau “Punuk Dowager”, merupakan salah satu ciri-ciri osteoporosis yang menonjol. Kondisi ini terjadi karena tulang belakang (vertebra) melemah dan mengalami fraktur kompresi, sehingga secara bertahap membentuk lekukan abnormal di punggung bagian atas.
Tinggi Badan yang Berkurang
Pengurangan tinggi badan secara bertahap dapat menjadi petunjuk lain. Kerusakan kecil pada tulang belakang membuat tulang perlahan memendek. Jika penurunannya lebih dari 3 cm, kondisi ini perlu diperiksa.
Nyeri Punggung atau Leher
Beberapa orang mengalami nyeri punggung atau leher tiba-tiba. Rasa sakitnya sering muncul pada area tertentu dan dapat berlangsung cukup lama. Aktivitas berdiri dan berjalan biasanya membuat keluhan terasa lebih berat.
Mudah Mengalami Patah Tulang
Patah tulang dengan penyebab ringan menjadi ciri2 osteoporosis yang cukup jelas. Jatuh dari posisi berdiri, batuk keras, atau membungkuk dapat menyebabkan tulang patah. Bagian tubuh yang paling sering terdampak adalah pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang.
Melemahnya Kekuatan Genggaman
Beberapa penelitian menemukan bahwa kekuatan genggaman yang lemah dapat berkaitan dengan kesehatan tulang. Kuku yang rapuh juga dapat muncul, meskipun bisa disebabkan oleh faktor lain.
Diagnosis dan Pencegahan
Karena gejalanya sering muncul saat kondisi sudah berat, pemeriksaan dini menjadi hal penting. Pemeriksaan Bone Mineral Density (BMD) melalui DEXA biasanya digunakan untuk mengetahui kondisi tulang. Rontgen dapat membantu melihat kerusakan tulang, sedangkan tes darah dilakukan untuk memeriksa kadar hormon, kalsium dan vitamin D.
Mencegah osteoporosis lebih baik daripada mengobatinya. Berikut adalah langkah-langkah pencegahan yang efektif.
Pola makan bergizi dengan asupan kalsium dan vitamin D dapat membantu menjaga tulang tetap kuat.
Berjemur di pagi hari.
Aktivitas fisik seperti jogging dan latihan beban juga memberi rangsangan pada tulang.
Hindari rokok dan batasi alkohol agar pengeroposan tulang tidak semakin cepat.
Pemahaman mengenai ciri2 osteoporosis dan pencegahannya membantu meminimalisir kondisi menjadi lebih parah. Jika seseorang berada dalam kelompok berisiko dan mulai merasakan gejala, pemeriksaan medis dapat dilakukan agar penanganan dimulai sedini mungkin.
