Jenis-Jenis Sertifikat EDGE Bangunan Hijau
2 mins read

Jenis-Jenis Sertifikat EDGE Bangunan Hijau

Sertifikat Excellence in Design for Greater Efficiencies atau EDGE semakin diminati karena menjadi standar internasional untuk bangunan yang hemat energi, air, dan material. Banyak pengembang dan pemilik proyek mengejar sertifikat EDGE karena dapat meningkatkan nilai properti sekaligus memenuhi tuntutan pasar terhadap pembangunan berkelanjutan.

Pengajuan sertifikat ini memerlukan persyaratan yang harus dilengkapi oleh pemohon, sehingga sertifikat dapat diterbitkan. Selain itu, tahapan dalam pengajuan EDGE juga perlu dipahami agar persiapan dan pengurusan bisa lebih lancar. Sertifikat ini juga memiliki tiga tingkatan yang bisa dicapai oleh proyek bangunan hijau.

3 Level Sertifikat EDGE Bangunan Hijau

Setiap proyek yang ingin lebih ramah lingkungan dapat memilih level sertifikasi EDGE sesuai target keberlanjutan yang ingin dicapai.Tiga level sertifikasi utama yang bisa dicapai oleh bangunan hijau dengan syarat dan dampak masing-masing yaitu:

EDGE Certified

Level ini merupakan langkah pertama dalam sistem sertifikasi EDGE. Untuk meraih status EDGE Certified, sebuah proyek harus membuktikan penghematan minimal 20% pada energi, air, dan dalam material bangunan. Evaluasi dilakukan pada tahap desain, kemudian diverifikasi kembali setelah konstruksi selesai.

Meskipun merupakan level dasar, sertifikasi ini sudah cukup kuat untuk menunjukkan komitmen terhadap pembangunan yang efisien dan ramah lingkungan. Banyak proyek komersial maupun residensial memulai perjalanan bangunan hijau melalui level ini.

EDGE Advanced

Level berikutnya menuntut efisiensi energi yang lebih tinggi. Untuk mencapai EDGE Advanced, proyek harus mencapai setidaknya 40% penghematan energi, di samping tetap memenuhi syarat minimal 20% pada penggunaan air dan material.

Tingkatan ini juga dikenal sebagai Zero Carbon Ready, karena bangunan yang lolos dinilai telah siap menuju operasional rendah emisi. Proses verifikasi tetap melalui audit desain dan audit penyelesaian bangunan. Level ini menunjukkan keseriusan proyek dalam menuju standar bangunan hijau yang lebih tinggi.

EDGE Zero Carbon

Tingkat paling ambisius adalah EDGE Zero Carbon, yang memerlukan efisiensi energi tinggi serta pembuktian bahwa seluruh emisi karbon operasional telah diimbangi. Syaratnya meliputi:

  • Sudah memiliki sertifikat EDGE Advanced
  • Mengimbangi 100% emisi karbon melalui energi terbarukan

Sertifikasi ini diberikan setelah bangunan beroperasi dan memiliki data penggunaan energi yang valid, biasanya setelah satu tahun. Untuk mempertahankan statusnya, pembaruan dilakukan tiap 4 tahun bagi bangunan yang menggunakan energi terbarukan sepenuhnya, atau tiap 2 tahun bagi yang menggunakan offset karbon.

Ketiga level sertifikat EDGE memberikan jalur bertahap bagi proyek yang ingin mengurangi konsumsi sumber daya dan menekan emisi karbon. Mulai dari tingkat dasar yang fokus pada efisiensi umum hingga level tertinggi yang menuntut netralitas karbon, sistem ini membantu menciptakan bangunan yang lebih berkelanjutan. Dengan memahami perbedaan tiap jenis sertifikat, proses perencanaan dan pengembangan bangunan hijau dapat dilakukan dengan lebih terarah dan efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *